Hi !
after long time ga nulis BLOG , ak memberanikan diri untuk menulis BLOG kembali karena aku sudah tidak tau bagaimana rasanya yg ada didalam hati aku.
Yup saat ini aku memiliki seorang perempuan mungil yang aku lahirkan dari perutku sendiri, kenapa ak membahas dia? karena aku akan mengungkapkan semuanya disini.
Namanya DAFHINA ARZA ATHALIA CLARADIZA mungkin nama terlalu panjang, aku pun tidak ikut andil menamainya karena aku percaya ayahnya mempunyai makna yg begitu indah untuknya.
Saat ini dia berusia 2 tahun lebih, dan mulai memasuki usia aktif dan sering tantrum,Dia sosok anak perempuan cantik yang banyak menganggap kehadirannya adalah yang ga sengaja, ga diharapkan, kebobolan banyak kata-katanya menyakitkan yg ku dengar dengan kehadirannya. Bahkan akupun masih ingat di motor waktu itu aku mengatakan kepada Ayahnya "Jika memang keberatan, aku yang akan membesarkan sendiri" karena saat itu ak melihat Dharin lahir dengan semua orang penuh penantian penuh kasih sayang apalagi dia adalah cucu pertama laki-laki di kedua keluarga, dan ak melihat yang baby blouse adalah suamiku.
aku pun berdaptasi, aku juga belajar tapi saat ini ada orang yang sangat membuatku kecewa orang yang paling ak percaya untuk mendampingi masa hidupku membuat aku sakit lebih sakit dari hal apapun.
Apakah ini KARMA dari kedua orang tuaku??
Kemarin kejadian kemarin aku melihat didepan kepalaku anak kecil seusia 2 tahun yang dia masih happy dan ingin perhatian lebih tapi aku melihat tamparan yg cukup keras di pipinya, langsung ku peluk tubuhnya yg telanjang karena akan mandi dan anak pertamaku shock kemudian memeluku dan adiknya dengan bahasa tubuh mengatakan "Sabar Bunda...."
Sangat mudah aku meninggalkan dia laki-laki yang kasar yang aku juga tidak tau tidak sanggup untuk mengatakannya, aku merasa dia begitu jahat terhadap anak2nya dengan dalih dalih MENDIDIK.
Padahal aku trauma dengan masa kecilku yang ak sama sekali tidak pernah yang merasakan dekat dengan seorang Ayah dan aku takut anakku terjadi hal yg sama seperti aku. Tapi lagi-lagi hatiku mengatakan "Sabar semua orang pasti berubah , dan bagaimanapun dia adalah Ayahnya"
Yang membuatku menulis sampai meneteskan air mata, perempuan kecilku ini dari kecil setiap dini hari dia selalu bangun dan menangis seperti ketakutan. Akupun punya dosa besar yang mgkn saat itu ak tinggal sendiri berdua dengan Adek yang masih beberapa hari di tengah kondisi pasca SC. Aku dirumah sendiri hanya berdua dan Adek kecil ini tidur maunya di pangkuanku tidak mau di kasur maupun box sepanjang malam ku lakukan begitu.
Sampai suatu saat aku benar-benar depresi aku hampir membunuh bayi mungilku ini karena saat itu aku merasa semua jahat , tidak ada yang mau menerima Adek dan support aku sangat berbeda jauh saat melahirkan Dharin. Tapi semakin hari semakin besar dan membuatku sangat sayang tapi masalah baru karena dia setiap hari dengan pengasuhku dan sampai dia tidak mau tidur denganku.
Saat usia 2 tahun pengasuhku yang ia sebut Nenek pergi karena akupun sudah tidak sanggup dengan aktifitas dia yang sudah terlalu tua menjadi pengasuh, awalnya sama sekali Adek tidak mencari dsb. Tapi saat ini setiap malam dia kebangun dan seperti dihantui oleh rasa sayangnya kepada Nenek, dan sebelum kejadian yang Ayahnya menampar malamnya dia kebangun seperti kaget dan ketika ku tanya
Aku : Adek kenapa?
Dadek : Nenek
Aku : Adek mimpi nenek?
Dadek : Iyaa nenek pergiii
Dadek : Ngga, Nenek sayang adek, gak ada yang sayang Adek
Aku langsung rasanya seperti patah hati dan kuingat apa yang membuat perempuan kecil ini mimpi begini, ak ingat sebelum tidur ia sangat ingin dipeluk Ayahnya tapi Ayahnya kelelahan bekerja dan memutuskan istirahat lebih cepat dan sampai Ayahnya emosi pindah tidur dan menutup pintu aga keras.
Masyaallah sebegitu dahsyatnya kah rasa sayang perempuan mungilku ini kepada Ayahnya
Aku : Dek, semua itu sayang Adek, ada ayah , Bunda, Mas Dharin , Oma , Opa , Aunty Mama (aku menyebutkan semua orang didekat dia)
aku memahami mungkin dia merasa yang bisa menerima semua kekurangannya adalah Nenek pengasuhnya, aku pun bahkan sebagai Ibunya sangat kurang. Dan ternyata setelah dia mimpi seperti itu paginya dia ditampar dipukul oleh Ayahnya yang cukup tempramental dan sampai hari ini sampai detik ini Ayahnya tidak ada kata kata maaf kepada putri kecilnya.
Dan ternyata benar Malam hari dia kebangun lagi dan kali ini lebih parah karena dia seperti ngigau dengan tangannya kedepan sambil menangis "ingin ikut Nenek... Adek ikut Nenek" kubangunkan dia dan ku peluk kembali sambil duduk aku pun menangis dan kembali berkomunikasi dengan Adek
Dadek : Nenek ikut Nenek
Aku : Adek mimpi Nenek lagi?
Dadek : Iya nenek pergi...
Aku : Dek, Bunda sayang banget sama Adek melebihi siapapun !! (sampai akhirnya aku mengatakan hal ini yang sama sekali ak sangat tidak berani atau malu mengatakannya)
Dadek : Ayah ga sayang Adek !! (Sambil setengah sadar)
akupun shock dan kembali belajar begini kah anak yang mgkn saat disakiti dia memang langsung diam tapi dia kebawa sampai tidur? Padahal sesakit sakitnya batin atau fisik anak kecil ini tetap mencari Ayahnya tanpa dosa 😥

Ya Allah bukakan pintu hatinya.
aku bersyukur saat sakit hati ku diubun2 adalah ak menelpon sepupunya yang aku yakin dia sangat memahami apa yang kurasakan dan benar akhirnyaa plong sampai beliau berkata "Ya Allah padahal nanti sore acara ulang tahun Dharin, jangan sampe rusak moodnya ya Cha..." aku pun meneteskan air mata lagi karena dengar support aku takut sangat takut salah cerita ke orang.
Akupun selalu berdoa untuk suamiku, jika memang dia adalah jodoh sehidup sematiku untuk membangun keluarga ini till jannah semoga dia bisa menjadi imam yang baik, bukakan hati, bukakan pikirannya.

Yank, anak kita masih dibawah 5 tahun semua yang kita tidak bisa untuk menuntut seperti kita berkomunikasi dengan orang DEWASA. Mungkin aku juga belajar tapi aku berusaha sebaik mungkin dengan tidak menyakiti fisik atau kata-kata terhadap kedua anakku.
Bunda sayang Mas Dharin & Dadek Dafhina ❤
- Bunda -
30 Mei '23 I 11:15
