Jumat, 09 Desember 2022

Puncak =)

 Kenapa aku menulis judulnya PUNCAK??

Beberapa hari ini ak melalui TENSI terendah setelah 12 tahun yang lalu selalu mengalami darah rendah. 
Dititik ini aku banyak menyadari apa yang aku rasakan di 2022. 

Mungkin aku tidak sanggup untuk mengungkapkan apa yang membuat aku berfikir dan tidak semangat. 

Awal di tahun 2022 aku menangis dan merasakan yang sangat kehilangan saat PAPADHE meninggal dunia , mungkin memang bukan papa kandungku , tapi rasanya ak sangat-sangat kehilangan beliau, mungkin sosok orang tua laki-laki yang pernah memberikan aku kasih sayang walaupun sekedar tanya "Dimana Reza? ini rambutannya sudah tumbuh, sudah saya siapkan kamu tinggal ambil aja" 

Kemudian di 2022 ada tragedi yang membuatku merasa sangat kehilangan rasa percaya terhadap MAMA KANDUNG ku dan sampai detik ini aku tidak bisa mempercayainya. 

Banyak hal yang membuat aku sakit tapi aku mencoba bertahan ..
Pola asuhku terhadap ke dua anak-anakku , yang mungkin aku merasa gagal menjadi IBU semenjak adek Dafhina ga mau tidur dengan ku ... anak pertamaku Dharin yang tidak pernah mencintaiku dan selalu memilih dengan Ayahnya. Bukan rasa cemburu, tapi aku merasa gagal menjadi sosok IBU.

Aku tau aku mungkin terlalu overthinking karena hal-hal begitu, banyak orang yang memandangku sebelah mata. Aku sesungguhnya lelah dan tidak ada semangat untuk menjalani hari-hariku terutama pada pekerjaanku, yang semakin kesini rasanya selalu di QC (aku merasa ak tidak bisa bekerja dengan di giniin), ak merasa banyak kekurangan dalam perusahaanku, Team yg begitu banyak yang mungkin aku banyak kurangnya sehingga mereka tidak bs percaya padaku sepenuhnya, mungkin karena sikapku. Aku yang dituntut kuliah lagi (tapi otak dan waktuku tidak mampu) aku yang paling tidak bisa nyetir mobil (walau aku tau maksud perusahaanku adalah baik) 

di usia 30 tahun ku , aku tidak tau apakah aku ini tergolong hebat atau bukan???

Dan 1 hal lagi yang aku sesungguhnya hopeless  adalah mengenai overweight aku menyerah dengan kondisi tubuhku yang semakin kesini tidak kontrol. Stuck diangka kenaikan 30KG dengan berat badan normalku dahulu. 

Aku takut bertemu orang-orang ....
aku takut mendengar hal-hal yang menyakitkan.

Dahulu saat ak selalu pingsan karena tensiku yang rendah begini aku sudah merasakan umur ku ga panjang karena lemas yang ku lalui ga kuat ...
Banyak orang yang blg pasti lebay ... tapi itu yang kurasakan ....

And now, aku akan bercerita kondisi saat ini ....

PENGASUH BERHENTI SAAT AKU TRIP 
Saat tanggal 1 Dec 2022 aku berangkat ke JAKARTA untuk mengikuti event TRAIN TO TRAINER bersama temen2 GM EXPERT di BSD selama 3 hari 2 malam. 
Entah mimpi apa ak semalam tiba-tiba Nenek WA mengatakan beliau mengatakan berhenti mengasuh adek sejak 2 Dec 2022. Untuk aku yang selalu overthinking dan memiliki trust issue aku ada rasa SHOCK dan tidak bisa berfikir tapi aku mencoba nampak baik-baik saja karena saat AWARDING NIGHT aku akan performance menyanyi. Aku harus seperti apa?
Saat aku pulang membuka pintu rumah aku melihat koper dan barang2 Nenek (Si Pengasuh) Tidak ada, rasanya ak seperti kehilangan seseorang yang 2 tahun ini sabar menghadapi keluarga dan sikapku. Meskipun menyebalkan tapi aku meneteskan air mata karena dia pergi tanpa menungguku pulang. 

MENCOBA BAIK-BAIK SAJA
Aku bersyukur aku memiliki suamiku yang sangat pengertian dan memahami kondisi fisik dan psikisku. Ternyata Adek tidak seperti apa yang ku takutkan si Adek pinter banget. Aku mencoba baik-baik saja, dan bersyukurnya aunty nya mau membantu dan meyakinkan ku bahwa dia bisa bantu , tapi .... Dan jadwal PAPA kontrol ke DOKTER , aku bukan tidak ikhlas tapi ternyata dihitung2 kalau sekali berobat Papa dikalikan dengan jumlah kontrol sudah keluar jutaan , dan aku senang karena hasil dokter Tensi Papa sudah diangka 120 dan aku bahagia banget, ga sia-sia.

KETIKA PULANG , OM ANCA MENINGGAL DUNIA
tanggal 4 Dec 2022 Mb Elta telp aku dan mengatakan perlahan Om gagal jantung dan tak terselamatkan ketika perjalanan ke UGD , Om ku yang paling ku sayang selalu jadi panutan ninggalin aku selamanya ... Aku yang selalu BISTRIP atau acara ke MADIUN selalu nyempetin buat mampir ke klumutan karena nengok Om, sekarang rasanya sudah gada alasan lagi kesana. Aku memutuskan untuk PP ga tidur semalam walau ku tau perjalanan 4-5 jam karena SENIN ada BRANCH MEETING di OFFICE SURABAYA yang tidak bisa aku wakilkan. 

SAAT DI SURABAYA
Sekujur tubuhku mulai keringat dingin ditambah makan siangku yang tidak datang. Ak mencoba bertahan dan profesional, ternyata sampai acara selesai tubuhku tidak kuat. 

Esoknya ak lemas dan berdiri saja rasanya blur atau pening kepala. 

Dan ternyata benar aku rasa sakit ,,

Saat aku sakit ak kepikiran Adek dan ak memutuskan untuk pulang ke BATU , ternyata banyak hal yang membuat mentalku rusak. 

Adek yang dini hari bangun sampai pagi hari , dengan kondisiku yang sakit tapi tidak ada 1 orang pun yang bisa bantu aku termasuk Mama cuek bebek mgkn merasa aku ada. Tidak hanya itu tapi siang hari aku melihat Papa ku membuatkan susu AZZA dengan tangannya yg bergetar membuat aku rasanya murka ... aku tidak suka karena sama sekali PAPA ataupun MAMA yang bisa membantu merawat anaknya selayaknya BABU (PEMBANTU) dan ini kesekian kalinya. Kalau sama aku?? Sedikitpun apa pernah??? sama sekali !!! aku dianggap MANDIRI MANDIRI dan MANDIRI !!! 

Bahkan sampai aku berusaha mencintai anak kecil itu tapi sampai hati tidak ada rasa sedikitpun untuk saya ke anak itu padahal karena orang tuanya. Tidak hanya itu tapi di rumah BATU aku merasa adalah tempat dimana tidak ada peduli dan seenaknya semua manusia (aku pertama kali berani mengungkapankan disini) banyak orang yang disana yang baju asal taruh dan ingin dicucikan , sehabis makan selalu langsung gletakan dengan alasan air mati. Aku tau mungkin anggapan orang pulang ke rumah BATU adalah tempat istirahat , tempat menjadi diri sendiri (ya sama, aku pun juga ingin seperti itu) tapi ternyataaa tidaaaaakkk seperti itu konsepnya ...

Dan akhirnya aku menyadari jika memang TEMPAT BAIK ku adalah RUMAH :)

Rumah dimana ak berkeringat darah untuk membayar cicilannya, menata merapikan , membuat senyaman mungkin ternyata memang RUMAH ku !

inilah PUNCAK lelah ku , PUNCAK emosiku , PUNCAK traumaku !!!

Terimakasih Mas Dharin , Adek Dafhina & Ayah yang mau menerima Bunda apa adanya , banyak kekurangannya ...








Senin, 07 November 2022

Trauma ;")

Mungkin kalian tidak pernah bisa membayangkan kehilangan seseorang yang melahirkan kamu?
namun apa kalian juga pernah membayangkan jika orang yang melahirkanmu masih hidup masih ada disekitarmu tapi membuatmu kecewa yang sungguh dalam ??

Apa pernah?

Sangat ingat kejadian waktu itu , apa yang dikatakan Mama , dilontarkan Mama ..

Aku sangat paham kenapa Mama menanyakan itu ke aku ...
aku justru butuh support orang sekitarku dikondisi begini ..

Kenapa sampai saya se EMOSI itu?

Mama menanyakan satu hal yang membuat aku jadi membuka luka lama ....

Cerita ku sama Dia sangat susah ma buat diceritakan , rasa sakitnya rasa bahagianya ...

siapapun boleh tau tentang sebagian ceritaku tapi tidak untuk sepenuhnya ...